Kalau kamu memakai Alibaba Cloud OSS untuk menyimpan file statis, cepat atau lambat biasanya muncul kebutuhan yang sama: file-file itu ingin diakses lewat domain sendiri. Bukan lagi lewat endpoint bawaan OSS yang panjang dan teknis, tetapi lewat subdomain yang lebih rapi seperti cdn.domainkamu.com atau storage.domainkamu.com.
Di atas kertas, ini terdengar sederhana. Tinggal arahkan domain ke OSS, selesai. Dalam praktiknya, ada beberapa bagian yang perlu dipahami supaya konfigurasi tidak berhenti di tahap “domain sudah resolve” tetapi file masih gagal dibuka, verifikasi tidak lolos, atau HTTPS justru bermasalah.
Di tulisan ini saya rangkum alur yang lebih utuh untuk menghubungkan Alibaba Cloud OSS dengan custom domain yang DNS-nya dikelola melalui Cloudflare. Fokusnya bukan cuma agar domain aktif, tetapi juga supaya setup-nya masuk akal untuk dipakai di lingkungan produksi.
Secara default, file di OSS biasanya diakses melalui endpoint seperti ini:
https://nama-bucket.oss-ap-southeast-5.aliyuncs.com/file.png
Secara teknis URL itu bekerja. Tetapi untuk penggunaan nyata, format seperti ini punya beberapa kelemahan:
Kalau file yang sama diakses melalui custom domain, hasilnya akan jauh lebih bersih:
https://cdn.domainkamu.com/file.png
Selain lebih enak dilihat, pendekatan seperti ini juga memudahkan pemisahan fungsi. Domain utama tetap fokus untuk website, sedangkan subdomain khusus dipakai untuk aset statis.
Sebelum masuk ke konfigurasi, penting untuk memisahkan peran keduanya:
Artinya, OSS tetap menjadi origin tempat file disimpan. Cloudflare hanya membantu agar domain milik kita bisa mengarah ke origin tersebut, dan dalam mode tertentu bisa ikut menangani caching serta distribusi trafik.
Alur sederhananya seperti ini:
Kalau record Cloudflare dibuat dalam mode proxied, maka trafik pengunjung akan lebih dulu melewati Cloudflare sebelum diteruskan ke OSS.
Sebelum masuk ke langkah inti, ada beberapa hal yang sebaiknya sudah tersedia:
Kalau bucket belum dibuat, buat dulu bucket baru dan tentukan region yang paling sesuai dengan mayoritas pengunjung atau kebutuhan aplikasi kamu. Region ini penting karena akan memengaruhi endpoint bucket.
Masuk ke layanan Object Storage Service (OSS) lalu buka bucket yang ingin dipakai sebagai origin file.
Di tahap ini, periksa beberapa hal berikut:
Untuk file yang memang harus diakses publik, pengaturan yang paling umum adalah Public Read. Ini cocok untuk gambar, JavaScript, CSS, file unduhan publik, atau aset frontend lain.
Kalau bucket masih Private, custom domain tetap bisa dibuat, tetapi file tidak akan otomatis bisa dibuka publik tanpa mekanisme tambahan seperti signed URL. Karena itu, untuk use case aset statis umum, Public Read biasanya menjadi pilihan yang paling praktis.
Setelah bucket siap, buka pengaturan bucket lalu cari menu yang berhubungan dengan domain, biasanya bernama:
Domain NamesCustom DomainTambahkan subdomain yang ingin dipakai, misalnya:
storage.domainkamu.com
Setelah domain dimasukkan, Alibaba Cloud biasanya tidak langsung mengaktifkannya. Sistem akan meminta verifikasi kepemilikan domain terlebih dahulu. Di sinilah Cloudflare mulai dipakai.
Saat proses penambahan custom domain, OSS biasanya menampilkan TXT record yang harus dibuat di DNS. Record ini dipakai untuk membuktikan bahwa kamu memang memiliki kendali atas domain tersebut.
Masuk ke Cloudflare, buka domain yang sesuai, lalu masuk ke menu DNS. Tambahkan TXT record sesuai instruksi dari Alibaba Cloud.
Hal yang perlu diperhatikan:
Setelah itu, kembali ke konsol Alibaba Cloud dan lanjutkan proses verifikasi. Kalau semua benar, domain akan ditandai sebagai valid.
Tahap ini terlihat sepele, tetapi cukup sering gagal hanya karena detail kecil seperti salah host, salah value, atau record dibuat di zona domain yang salah.
Setelah verifikasi berhasil, Alibaba Cloud akan menampilkan tujuan CNAME untuk domain tadi. Bentuknya biasanya mirip seperti ini:
nama-bucket.oss-ap-southeast-5.aliyuncs.com
Sekarang kembali ke Cloudflare dan buat record baru:
CNAMEstorage atau subdomain yang kamu pilihSecara logika, di sinilah domain kamu benar-benar diarahkan ke origin OSS.
Kalau target CNAME salah, hasil akhirnya bisa macam-macam: domain resolve tetapi file tidak ketemu, muncul error akses, atau request mengarah ke region yang tidak sesuai.
Di Cloudflare, setiap record DNS bisa dipasang dalam dua mode utama:
Perbedaannya cukup penting.
Kalau kamu memilih DNS only, Cloudflare hanya berperan sebagai pengelola DNS. Pengunjung akan mengakses OSS secara langsung. Cara ini paling sederhana dan cocok kalau kamu hanya ingin domain kustom tanpa lapisan tambahan.
Kalau kamu memilih Proxied, trafik pengunjung akan lebih dulu melewati Cloudflare. Pendekatan ini biasanya dipilih jika kamu ingin:
Dalam banyak skenario aset statis, mode proxied memang lebih menarik. Tetapi saran praktisnya: pastikan dulu mapping dasar sudah benar. Setelah domain bisa berjalan normal, baru putuskan apakah record akan dibiarkan DNS only atau diubah menjadi Proxied.
Setelah TXT record dan CNAME selesai dibuat, lakukan pengujian menggunakan file yang benar-benar ada di bucket. Misalnya kamu punya file:
/images/logo.png
Maka coba akses:
https://storage.domainkamu.com/images/logo.png
Kalau file tampil normal, berarti konfigurasi dasarnya sudah benar.
Jangan hanya menguji halaman utama domain, karena custom domain OSS biasanya baru benar-benar tervalidasi saat kita mencoba membuka objek yang memang ada di bucket.
Berikut beberapa kendala yang paling sering ditemui saat menghubungkan Cloudflare dan OSS.
Biasanya penyebabnya salah satu dari ini:
Kalau menemui kasus ini, jangan langsung mengubah banyak hal sekaligus. Cek record yang diminta, cocokkan satu per satu, lalu tunggu beberapa menit.
403 ForbiddenKalau file sudah resolve ke bucket tetapi tidak bisa diakses, kemungkinan terbesar adalah:
Public Read,404 Not FoundKalau yang muncul 404, biasanya masalahnya bukan pada domain, melainkan pada path file atau nama objek di bucket. Pastikan lokasi file benar-benar sesuai.
Ini salah satu masalah yang cukup umum saat Cloudflare dipakai sebagai proxy. Jika akses HTTP berjalan tetapi HTTPS bermasalah, periksa:
Masalah di sini tidak selalu berasal dari OSS. Kadang justru karena pengaturan SSL Cloudflare belum cocok dengan arsitektur origin yang dipakai.
Sering kali masalahnya hanya cache atau propagasi DNS. Karena itu, selalu uji dengan cara yang disiplin:
Kalau domain ini dipakai jangka panjang, ada beberapa kebiasaan kecil yang sangat membantu:
cdn, storage, atau assets.Semakin sederhana setup awalnya, semakin mudah melacak masalah kalau suatu saat ada error.
Mengatur domain di Alibaba Cloud OSS sebenarnya bukan pekerjaan yang rumit, tetapi memang ada beberapa tahap yang harus dilalui dengan urut: siapkan bucket, verifikasi domain, arahkan DNS, lalu uji objek yang benar-benar ada di bucket.
Kalau hanya melihat hasil akhirnya, proses ini tampak seperti sekadar “menautkan domain ke storage”. Padahal yang menentukan berhasil atau tidak justru detail-detail kecil di tengah jalan: verifikasi TXT, target CNAME, mode proxy Cloudflare, dan akses bucket itu sendiri.
Begitu semuanya sudah benar, hasilnya cukup layak. File di OSS bisa diakses lewat domain yang lebih bersih, lebih mudah dikelola, dan lebih enak dipakai untuk kebutuhan produksi.
Kalau kamu sedang mengerjakan setup serupa dan ingin mengecek apakah konfigurasinya sudah tepat, biasanya cukup lihat tiga hal ini:
DNS only atau Proxied.Dari tiga informasi itu biasanya sudah bisa ditebak letak masalahnya kalau domain belum berjalan sesuai harapan.
Quick Links
Legal Stuff
